Terlebihdi masa pandemik yang semua proses ajar mengajar harus online. Akan tetapi berbeda dengan sembilan percakapan guru dan murid di bawah ini. Dari kocak sampai yang ngelunjak semua bikin ngakak. Coba baca sendiri, deh! 1. Inilah pentingnya untuk membuat grup yang isinya cuma murid-murid tanpa guru c Persepsi: guru mengajak percakapan sederhana dengan siswa berdasarkan pengalaman anak. 2. Kegiatan inti (25 menit): a) Siswa memperhatikan ucapan lisan dari teman yang berbicara dengan bimbingan guru. b) Siswa diminta menirukan ucapan lisan dari teman berbicara yang telah diperbaiki guru. Kalauanda perhatikan. Percakapan Yesus dengan Nikodemus dlm Yoh.3:1-21 situasinya juga sama dengan percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Murid-murid tidak terlibat dlm percakapan itu karena memang tdk ada di 'TKP'. Hal itu terdokumentasi dgn baik pastinya karena Yesus sebagai Guru mennggunakan hal itu sbg pengajaran pd para muridNya. gurudan siswa pada kelas VII di SMP Negeri 1 Bontonompo menurut prinsip kesantunaan Leech yang terdiri dari; maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim 2020 kelas VII C). Siswa mengakhiri percakapan pada siswa yang telah selesai. Data (12) Siswa:Kammami anjo pakbicarak-bicarang lekba i kambe nipakasingarak. Punna niak salah-salah Menyusurikoridor bersama murid dan guru lainnya sembari bertegur sapa sudah menjadi kebiasaan kami. Pagi ini menjadi pagi yang sangat berkesan bagi saya, karena saya mendengar percakapan beberapa siswa tentang gurunya. "Hari ini kita belajar dengan Ibu Peri Khan? Aku suka sama ibu itu karena baik," ucap salah satu siswa. Kemudianpercakapan tersebut terhenti dengan kedatangan para murid yang keheranan bahwa Yesus 'melanggar' kebiasaan dengan berbicara dengan seorang perempuan (lihat ayat 9). Tetapi rasa hormat kepada Sang Guru, membuat mereka tidak berani bertanya terang-terangan. . Seperti yang kita ketahui, guru dan murid adalah dua sosok yang tidak bisa dipisahkan. Guru akan menjelaskan materi yang akan dipelajari murid, sedangkan murid akan mempelajari materi yang sudah di sampaikan oleh guru. Tentu saja guru memiliki peran yang cukup penting dalam memahamkan murid akan semua materi yang harus dikuasai. Untuk itu, seorang murid harus senantiasa aktif bertanya tentang apa yang tidak dipahaminya kepada ada sang guru. Begitu pula sebaliknya, seorang guru harus mampu memberikan penjelasan terbaiknya kepada murid agar murid benar-benar paham mengenai materi yang belum dikuasainya. Itulah alasan mengapa guru dan murid adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Namun, apa jadinya jika seorang murid yang bertanya kepada guru mendapatkan balasan hal yang lucu, kocak, atau membingungkan dari penjelasan sang guru? Tentu hal ini akan menjadi peristiwa yang tidak seharusnya ya. Seperti pada 10 chat WA lucu guru dan murid yang berikut ini. Simak bagaimana kocaknya percakapan guru dan murid yang bisa membuat kamu pengen tepuk jidat. Baca juga Auto Nyesel! 10 Kiriman Paket Absurd Akibat Tergoda Diskon Olshop 1. Bu, ini muridnya Ratna. Kalo bersih-bersih kelas bawanya gunting kuku bukan gunting rumput boleh nggak Bu? foto instagram/ 2. Maaf pak, saya kan tanya kenapa tiba-tiba melamun. Apa pertanyaan saya terlalu berat? foto instagram/ 3. Ini gimana jadinya Pak, boleh ke perpus apa tidak sebenarnya? foto instagram/ 4. Ibu gurunya saja bingung, bagaimana dengan muridnya? Pasti tambah bingung juga dong foto instagram/ 5. Mentang-mentang pas lagi sakit, emotnya gitu amat Bu foto instagram/ 6. Sepertinya Pak Guru yang satu ini sudah benar-benar jadi korban iklan ya? foto instagram/ 7. Buat apa PDKT kalau hasilnya tetap sama? Buat apa hayo? foto instagram/ 8. Terserah saya saya kan dosennya. Kok jadi kamu yang ngatur-ngatur sih? foto instagram/ 9. Mau ikut ekskul musik tapi adanya gitar monyet. Kira-kira bakalan lolos seleksi nggak ya? foto instagram/ 10. Maaf jangan ngechat lagi, ada hati yang harus dijaga. Serius bener, ternyata eh ternyata foto instagram/ Baca juga 10 Profil Tinder Lucu, Unik Bikin Ngakak Nah, itu tadi beberapa chat WA lucu antara guru dengan murid. Sangat menggelitik ya? Bisalawa li Guru wau Muri TOPIK CITA-CITA MURID Guru ”Setiap orang mempunyai cita-cita” Timi-timi’idu tau ngota o patuju. Murid A ”Apa itu cita-cita, Pak?” Guru ”Itu pertanyaan yang bagus. Cita-cita ialah apa yang diharapkan dapat dicapai seseorang pada masa depannya”. “Uito yiyintu mopio. Patuju yito deuito-ito wolo u harapuwolo u mowali u motoduwo to olio to u talu-talumai” Murid B ”Kalau begitu cita-cita sama dengan harapan?” Guru ”Betul, harapan yang seseorang perjuangkan untuk dirinya” “Otutu, u he harapuolo u he pojuangialio lo tau timongota” Murid A ”Masih belum jelas, Pak. Apakah sama dengan khayalan?”. “Debo dipo lo pataato, Ju. Yi, debo tutuawuwa wolo motohuntongo.” Guru ”Cita-cita bukan mimpi yang tidak mungkin dicapai. Cita- cita bisa juga dikatakan mimpi bahagia bisa terwujud”. “Patuju diila mohuhebia lo motohuntongo. Wonu motohuntongo bo tohilopo u diila o’aata. Patuju debo moali olo tanggula ma’o tohilopa mopiohu u Murid B ”Boleh diberi contoh, Pak?” “Nte wohimai tuwotio., Ju?” Guru ”Baik. Contoh yang paling dekat ialah pertanyaan tentang apa yang Kau inginkan setelah selesai belajar?”. “Mopiohu. Tuwoto u membidu de uito-ito yiyintu to mimbihu wolo u o tohilaamu to u ma Murid A ”Saya ingin jadi pilot, karena dengan jadi pilot, saya bisa melihat kota- kota besar di Indonesia”. “Watia ohila moali mohulila kapali udara, alihu mo’onto lipu-lipualo to Indonesia” Murid B ”Kalau saya ingin menjadi ahli pertanian. Kita banyak sawah dan “Wanu watia motohila mali ta momengiila. Ito o pangimba wau iilengo daadaata, dabo diipo he kilalaja lo ilimu lo u memeengila otutu.” Guru ”Waduh itulah cita-cita yang saya maksudkan. Setiap orang tidak sama cita-citanya. Kamu berdua sudah mempunyai cita-cita yang berbeda”. tutuwawua patujulio. Timongoli dulota diila tutuawuwa to patuju.” Murid A ”Saya sekarang mengerti, tetapi bagaimana menggapai cita-cita itu?”. “De u tia ma mopataata o laatia, dabo woloolo ma mo’ooma patuju?” Guru ”Menggapai cita-cita menggapainya. Belajar sekarang ini merupakan inti perjuangan, Jadi cita-cita diraih dengan belajar, belajar, dan belajar”. “U mo’ooma u patujuwolo dila bo delo gaambangi lo u mopobu’adu paladu olu’u. Timongoli palalu mokalaja ti’otutuwa u mo’otoduwo patuju boito. Hadamu masatia mali mo’otoduwo lo’u mohadamu, mohadamu, wau mohadamu” Murid B ”Memang kita harus belajar tetapi sering ada hambatan Pak, bisa gagal”. “Meemangi palalu mohadami boito, bo debo woluwo mo’obubulo, Ju, u diila mo’oma patuju.” motivasi untuk maju”. Tanpa hambatan tidak akan ada kemajuan, karena hambatan itu adalah tantangan yang harus dilalui. Gagal adalah keberhasilan yang tertunda”. Wonu woluo u he patujuolo debo woluo bubulo. Ta mo’ulintapo lo tombiilu, “Bubulo boito bo mohuntulo ode mopiohu, sababu bubula boito de uito-ito pontolo u laodelo. U malapo boito de uito-ito u diipo mo’otoduwo tilapulo.“ Murid A ”Asyik bicara cita-cita Pak. Apa maksud gagal adalah keberhasilan yang tertunda?”. Debo saanangi mobisalawa lo patuju Murid B ”Kalau selalu gagal bagaimana?”. “Wonu ma mololaita u marapo, yi wololo?” Guru ”Jangan kegagalan menyebabkan kita berhenti berjuang. Kegagalan terjadi karena syarat yang harus dipenuhi untuk berhasil belum sempurna. Oleh sebab itu orang gagal tidak boleh diam atau patah bangkit lagi dengan semangat atau usaha yang lebih tinggi. Misalnya cara belajar diperbaiki, ketekunan belajar ditingkatkan, semua praktek dan latihan diikuti dengan seksama dan sungguh- sungguh. Dan jangan lupa beribadah dan Malapo ilowali sababu sarati diipo lelimomoto. Uitolo ta malapo diila moali moti motipo’oyo meambo motombolu. Dabo palalu popolai’olo wolo tumangalo meambo huhutu motolopani ti’otutuwa. Humayamai, u mohadamu po’opiyohulo. Po’uda’alo hilawo mohadaamu wolo ti’otutuwa. Wau diila bolo lipata mo ibaadati wau Murid A ”Jadi untuk menjadi seseorang pada masa depan tidak boleh tergantung pada siapa saja. Tetapi harus ada usaha mandiri”. U moali tau mopio to talu- talu, diila bo moti’aluntayanga to tau. Debo woluo tolopani lo hihilao setinggi-tingginya di mana pun, harus sabar dan tabah, dan mohon restu juga dari orang tua atau sudara-sudara”. Ma odi-oditolo. Alihu mo’otoduwo patuju molanggato palalu motolopani ti’otutuwa, mololohe ilimu molanggato, boli to’uto debo wolo sabali wau mopotoheeta iimani wau mongodula’a wau mongowutato. Murid B ”Sekarang saya bersemangat belajar agar mendapat ilmu pengetahuan sebagai petani yang ahli. Saya ingin jadi Sarjana Pertanian. Kalau perlu lebih lagi jadi Master dan Doktor pertanian”. momeengila. Watia ohila moali ta lebe o pongotota to u momeengi. Wanu palalu maoli lebelio ma’o leeto mali guru da’a lo ta momeengila. Guru ”Luar biasa, Saya ingin kau menjadi petani yang ahli dan mandiri serta produktif”. “Masahuru. Otohila’u yi’o mali ta ahali momeengila lo ilomata.” berjuang sungguh- sungguh Pak. Menjadi pilot yang bermutu harus melalui sekolah atau pendidikan pilot. Tentu harus mengikuti sungguh-sungguh latihan di sekolah itu”. “Watia olo ma lepiduduto ti’otutuwa lo u mohadamu, Ju. U ti’otutuwa u he hadamualo to sikola Guru ”Itulah baru murid-murid yang bercita-cita tinggi. Jangan lupa dan ragu dengan cita-cita masa depan kamu. Hadapi tantangan dan hambatan dengan semangat yang tinggi penuh ketabahan dan kesabaran, cari jalan keluar kalau ada masalah dalam “Odi-oditolo muri ta o patuju molanggato. Ja lipata wau molingo wolo patuju li mongoli to u talu- talu botie. Taluilo bubulo wau pontolo lo hilao molanggato wolo duhela motanggalo, lolohe ma’o dalalo u mali polohiyangalo bubula wolo pontolo to patuju mopiohu. “Odu’olo, Ju. Watia mojaanjia u mohadamu mopiohu.” Murid B ”Saya juga Pak, mohon doanya”. “Watia olo debo du’aimai, Ju.” Guru ”Saya berdoa dan optimis kamu mencapai cita-cita yang luhur itu”. “Wa’u modu’a wau yakini timongoli mo’odtoduwo patuju u molamahe PERCAKAPAN ATASAN DAN

percakapan guru dan murid